Besaran dan Satuan serta Pengukurannya (SC 16-18)

A. Pengukuran Besaran “Panjang”

Alat yang digunakan:

1. Mistar/Penggaris

Cara membaca mistar yang baik adalah posisi mata harus tegak lurus pada skala mistar.

2. Jangka Sorong

Cara membacanya:

SU (Skala Utama), terbaca = 1,0 cm
SN (Skala Nonius), garis ke 5 SN yang berimpit dengan SU = 5 X 0,01 cm = 0,05 cm
HP (Hasil Pengukuran) = yang terbaca oleh (SU + SN) = 1,05 cm
Laporan HP = HP ±∆X = (1,050 ± 0,005) cm ;
∆X = ketidakpastian alat ukur
(1/2 skala terkecil dari alat ukur tersebut)

3. Mikrometer Sekrup

SU (Skala Utama), terbaca = 4,0 mm
SN (Skala Nonius), garis ke 47 SN yang berimpit dengan SU = 47 x 0,01 mm = 0,047 mm
HP (Hasil Pengukuran) = yang terbaca oleh (SU + SN) = 4,047 mm
Laporan HP = HP ±∆X = (4,047± 0,005) mm ;
∆X = ketidakpastian alat ukur
(1/2 skala terkecil dari alat ukur tersebut)

Kegiatan : I
Tujuan :“Mempergunakan alat ukur panjang dengan tepat dan benar”

Langkah Kerja :
1). Ukurlah diameter kelereng ukuran besar, kecil, dan manik-manik dengan mistar, jangka sorong dan mikrometer sekrup !
2). Alat mana yang paling tepat dari ketiga alat ukur tersebut ? Jelaskan !

B. Pengukuran Besaran  “Massa”

 Tepatkah telur ditimbang dengan timbangan kue ? Jika ya/tidak, jelaskan !

Alat untuk mengukur massa adalah neraca atau timbangan. Berbagai macam alat ukur timbangan seperti dacin, timbangan pasar, timbangan emas, bahkan mungkin timbangan atau neraca digital.  Prinsip kerjanya adalah keseimbangan kedua lengan, yaitu keseimbangan antara massa benda yang diukur dengan anak timbangan yang digunakan.  Di laboraturium sering digunakan neraca O’Hauss tiga lengan atau empat lengan.

Perhatikan beberapa alat ukur massa diatas !

Pengukuran massa dengan Neraca Tiga lengan
Bagian – bagian Neraca Tiga lengan :

  1. Knop atau pemutar kalibrasi
  2. Pemberat atau anting yang diletakkan di masing-masing lenganyang bisa di geser ke kanan dan kekiri
  3. Tempat beban tempat untuk memasang beban atau benda yang ingin di ukur
  4. Titik nol garis kesetimbangan., titik ini untuk mengkalibrasi sebelum digunakan dan untuk keseimbangan ketika pengukuran sudah dilakukan
  5. Lengan neraca yang terdiri dari tiga lengan . Untuk neraca 3 lengan yang ada di laboratorium saya seperti foto di bawah ini terdiri dari tiga lengan dengan skala maksimal berbeda.

Skala tiap lengan adalah sebagi berikut ini :

  • Lengan depan dengan skala maksmial 10gram dengan skala 0, 1, 2, 3,…10 gram, dan tiap skala masih dibagi lagi menjadi skala lebih kecil yaitu 0,1 gram
  • Lengan tengah dengan skala maksmial 500 gram dengan skala 0,100, 200 … 500 gram
  • Lengan kedua dengan skala maksimal 100 gram dengan skala 0, 10,20 …100 gram

Langkah-langkah pengukuran massa dengan neraca tiga lengan adalah sebagi beriku ini :

  • Setiap lengan jangan lupa berada pada skala 0
  • Kalibrasi terlebih dahulu, dengan cara memutar skrup knop pemutar kalibrasi di bagian belakang, sampai seimbang atau jarum penunjuk menunjukkan angka titik nol, hal ini dilakukan agar pengukurannya lebih tepat.
  • Meletakkan benda yang diukur massanya diatas alat ukur
  • Menggeser skalanya mulai dari lengan yang besar dan jangan sampai melebihi titik nol , baru skala yang kecil sampai menunjukkan keseimbangan di titik nol ( dua garis sejajar)
  • Membaca hasil pengukuran dengan menjumlahkan setiap skala mulai dari yang besar hingga yang kecil agar lebih mudah

Contoh di bawah ini :

skala tengah 300 gram
skala belakang 80 gram
skala depan 2,5 gram
______________________ +
Hasil pengukuran 382,5 gram

Kegiatan : II
Tujuan : “Mempergunakan alat ukur massa dengan tepat dan benar”

Mengukur Massa benda dengan menggunakan Neraca Ohaus
(Beberapa Neraca/Timbangan Yang Ada)

- Langkah-Langkah Kerja

  1. Kalibrasi Neraca dengan keseimbangan pada titik nol
  2. Letakkan benda yang akan diukur massanya pada tempatnya
  3. Geser-geser anak timbangan pada lengan neraca mulai dari anak timbangan terbesar.
  4. Jika sudah setimbang lengan neraca maka jumlahkan semua angka yang tertera pada masing-masing anak timbangan
  5. Jumlah angka pada anak timbangan = massa benda

- Kesimpulan/Pertanyaan

  1. Tulislah hasil pengukuranmu !
  2. Bandingkan hasilnya, dan mana yang lebih tepat alat ukur yang dipergunakan, jika benda yang diukur benda yang sama ?
  3. Adakah alat ukur tradisional yang kamu ketahui ? Jika ya, sebutkan nama alat ukur dan daerahnya !

Evaluasi :

1). Perhatikan gambar.

Laporkan hasil pengukuran alat ukur diatas !

2). Perhatikan gambar

Laporkan hasil pengukuran alat ukur diatas !

3). Perhatikan gambar

Laporkan hasil pengukuran alat ukur diatas !

4). Perhatikan gambar berikut

Pembacaan alat pengukur waktu tersebut yang benar adalah ….
a. 15 detik
b. 15,6 detik
c. 18 detik
d. 20 detik

Jelaskan pilihan jawabanmu !

5). Perhatikan gambar

Jika pada gambar diatas massa batu yang ditimbang dengan timbangan menunjukkan angka 0,025 g, dan voume air dalam gelas ukur sebelum dicelupkan batu 150 ml. Berapa massa jenis batu, jika volume air dalam gelas ukur setelah dicelupkan batu 225 ml ?

Selamat mengerjakan..

Kontributor : Siti Fatma (Orangtua anak SBR, DPD GAFATAR SUMBAR)

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Materi Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

WP-Backgrounds Lite by InoPlugs Web Design and Juwelier Schönmann 1010 Wien