Category Archives: 16-18 tahun

Membaca Diagram,Tabel, dan Grafik (MT 16-18)

Pengertian dan Definisi Diagram

Bagi para pelaku bisnis dan pengambil keputusan, kemampuan membaca diagram merupakan suatu keharusan. Penyajian data dalam bentuk diagram merupakan salah satu cara untuk membuat sebuah laporan menjadi lebih menarik dan lebih mudah dibaca. Sebuah diagram bisa memuat banyak informasi sehingga dibutuhkan kecermatan dan keahlian tersendiri dalam membaca diagram. (more…)

Ruang Sampel dan Titik Sampel Dalam Satu Percobaan (MT 16-18)

Definisi ruang sampel :

Ruang sampel adalah himpunan dari semua hasil yang mungkin pada suatu percobaan/ kejadian. Ruang sampel suatu percobaan dapat dinyatakan dalam bentuk diagram pohon atau tabel.

Definisi titik sampel :
Titik sampel adalah anggota-anggota dari ruang sampel atau kemungkinan-kemungkinan yang muncul.

Contoh :

1.
Pada percobaan melempar dua buah mata uang logam (koin) homogen yang bersisi angka (A) dan gambar (G) sebanyak satu kali. Tentukan  ruang sampel percobaan tersebut.

(more…)

Konsep Kebugaran Jasmani Dalam Kehidupan (OR 16-18)

A. Konsep dan Teori Kebugaran Jasmani

1. Pengertian Kebugaran Jasmani

Kebugaran jasmani adalah kemampuan seseorang dalam melakukan aktivitas keseharian tanpa mengalami kelelahan yang berarti, dan masih mempunyai cadangan sisa tenaga untuk melakukan aktivitas yang lain. Kebugaran ada hubungannya dengan kesehatan karena kesehatan merupakan suatu keadaan sehat, baik secara fisik, mental, maupun sosial.

Konsep kebugaran fisik sekarang dapat dibedakan antara kebugaran yang berkaitan dengan kesehatan dan yang berkaitan dengan unjuk kerja (performance).

(more…)

Tentang Hak Cipta (IT 16-18)

Hak cipta (lambang internasional: ©) adalah hak eksklusif Pencipta atau Pemegang Hak Cipta untuk mengatur penggunaan hasil penuangan gagasan atau informasi tertentu. Pada dasarnya, hak cipta merupakan “hak untuk menyalin suatu ciptaan”. Hak cipta dapat juga memungkinkan pemegang hak tersebut untuk membatasi penggandaan tidak sah atas suatu ciptaan. Pada umumnya, hak cipta memiliki masa berlaku tertentu yang terbatas.

Hak cipta berlaku pada berbagai jenis karya seni atau karya cipta atau “ciptaan”. Ciptaan tersebut dapat mencakup puisi, drama, serta karya tulis lainnya, film, karya-karya koreografis (tari, balet, dan sebagainya), komposisi musik, rekaman suara, lukisan, gambar, patung, foto, perangkat lunak komputer, siaran radio dan televisi, dan (dalam yurisdiksi tertentu) desain industri.

Hak cipta merupakan salah satu jenis hak kekayaan intelektual, namun hak cipta berbeda secara mencolok dari hak kekayaan intelektual lainnya (seperti paten, yang memberikan hak monopoli atas penggunaan invensi), karena hak cipta bukan merupakan hak monopoli untuk melakukan sesuatu, melainkan hak untuk mencegah orang lain yang melakukannya. (more…)

Sifat Bayangan Yang di Bentuk Oleh Cermin Datar, Cekung dan Cermin Cembung (SC 16-18)

Sifat Bayangan Cermin Datar, Cekung, Cembung

1. Cermin Datar

Jarak bayangan ke cermin samadengan jarak benda ke cermin. Tinggi bayangan samadengan tinggi benda. Bayangan bersifat maya, tegak, dan di belakang cermin.

2. Cermin Cekung

Untuk dapat melukis bayangan yang dibentuk oleh cermin cekung, biasanya digunakan tiga sinar istimewa. Sinar istimewa sinar datang yang lintasannya mudah diramalkan tanpa harus mengukur sudut datang dan sudut pantulnya. Tiga sinar istimewa itu adalah:

1. Sinar yang melalui pusat kelengkungan cermin akan dipantulkan melalui pusat kelengkungan itu lagi.

2. Sinar yang datang sejajar sumbu utama akan dipantulkan melalui fokus utama.

3. Sinar yang datang melalui fokus utama akan dipantulkan sejajar sumbu utama.

Sifat Bayangan pada Cermin Cekung

  • Benda di ruang I : maya, tegak, diperbesar.
  • Benda di ruang II : nyata, terbalik, diperbesar.
  • Benda di ruang III : nyata, terbalik, diperkecil.
  • Benda tepat di pusat kelengkungan : nyata, terbalik, sama besar.

3. Cermin Cembung

Sama dengan cermin cekung, cermin cembung juga mempunyai tiga sinar istimewa. Karena jarak fokus dan pusat kelengkungan cermin cembung berada di belakang cermin maka ketiga sinar istimewa pada cermin cembung tersebut adalah:

1. Sinar yang datang menuju pusat kelengkungan akan dipantulkan kembali.

2. Sinar yang datang sejajar sumbu utama akan dipantulkan seolah – olah dari titik fokus.

3. Sinar yang datang menuju fokus akan dipantulkan sejajar sumbu utama.

Sifat Bayangan pada Cermin Cembung

- Sifat Bayangan selalu maya, tegak, diperkecil.

Cara kerjanya lihat video di bawah ini;

Pembiasan Cahaya (SC 16-18)

Dasar kolam yang airnya jernih terlihat lebih dangkal dari sebenarnya. Peristiwa ini merupakan salah satu bentuk pembiasan cahaya yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari. Apabila cahaya merambat melalui dua zat yang kerapatannya berbeda, cahaya tersebut akan dibelokkan. Peristiwa pembelokan arah rambatan cahaya setelah melewati medium rambatan yang berbeda disebut pembiasan.

Perhatikan skema pembiasan cahaya berikut!

Apabila cahaya merambat dari zat yang kurang rapat ke zat yang lebih rapat, cahaya akan dibiaskan mendekati garis normal. Misalnya cahaya merambat dari udara ke air. Sebaliknya, apabila cahaya merambat dari zat yang lebih rapat ke zat yang kurang rapat, cahaya akan dibiaskan menjauhi garis normal. Misalnya cahaya merambat dari air ke udara. Pembiasan cahaya sering kamu jumpai dalam kehidupan sehari-hari. Misalnya dasar kolam terlihat lebih dangkal daripada kedalaman sebenarnya. Gejala pembiasan juga dapat dilihat pada pensil yang dimasukkan ke dalam gelas yang berisi air.

Cahaya Dapat Diuraikan


Pelangi terjadi karena peristiwa penguraian cahaya (dispersi). Dispersi merupakan penguraian cahaya putih menjadi berbagai cahaya berwarna. Cahaya matahari yang kita lihat berwarna putih. Namun, sebenarnya cahaya matahari tersusun atas banyak cahaya berwarna. Cahaya matahari diuraikan oleh titik-titik air di awan sehingga terbentuk warna-warna pelangi. Warna merah, jingga, kuning, hijau, biru, nila dan ungu pada pelangi berasal dari pembiasan dan penguraian cahaya putih matahari oleh bintik-bintik air hujan.

Kamu juga dapat mengamati peristiwa dispersi cahaya pada balon air. Kamu dapat menggunakan air sabun untuk membuat balon air. Jika air sabun ditiup di bawah sinar matahari, kamu akan melihat berbagai macam warna berkilauan pada permukaan balon air tersebut.

Video pembiasan cahaya;

Yang Dimaksud Dengan Energi Alternatif (SC 16-18)

Energi Alternatif disebut juga energi pengganti. Energi alternatif sangat dibutuhkan untuk mengganti energi yang biasa dipakai selama ini yaitu energi yang berasal dari fosil.

Energi fosil adalah energi yang berasal dari sisa-sisa hewan yang sudah mati tertimbun di dalam tanah berjuta-juta tahun yang lalu. Contoh energi fosil adalah: bensin, solar, kerosin, minyak tanah.

Energi alternatif bisa juga diartikan energi selain energi fosil. Adapun contoh energi alternatif sebagai berikut:

A. Matahari

Matahari adalah sumber energi terbesar yang ada di bumi. Energi matahari dimanfaatkan oleh manusia dan tumbuhan. Bagi manusia energi matahari digunakan untuk menjemur pakaian, menjemur padi dll. (more…)

Perpindahan Energi Panas Melalui Cara Konveksi (SC 16-18)

Konveksi adalah perpindahan panas melalui suatu zat perantara (umumnya zat cair) dengan disertai perpindahan partikel-partikel zat tersebut. Fluida adalah zat cair (contohnya air) atau pada gas (contohnya udara). Contohnya:

  • Ketika bunda sedang memasak air, air yang berada di bagian atas permukaan di dalam panci dapat menjadi panas karena panas yang berasal dari air yang berada di bawah permukaan mengalir ke bagian atas permukaan air.
  • Contoh lainnya adalah angin. Angin adalah udara yang bergerak atau mengalir, dari tempat yang dingin ke tempat yang lebih panas.


Perubahan Energi Listrik Menjadi Energi Cahaya (SC 16-18)

Energi listrik juga dapat berubah menjadi energi cahaya contohnya adalah lampu pijar dan lampu TL/ Neon.

a. Lampu Pijar

Bagian-bagian utama lampu pijar adalah sebagai berikut:

  1. elemen pemanas, berupa filamen tungsten atau wolfram
  2. gas argon dan nitrogen.

(more…)

Sifat-sifat Cahaya Yang Dipantulkan Melalui Cermin Datar, Cermin Cekung dan Cermin Cembung (SC 16-18)

Pemantulan cahaya ada dua jenis, yaitu pemantulan baur (pemantulan difus) dan pemantulan teratur. Pemantulan baur terjadi apabila cahaya mengenai permukaan yang kasar atau tidak rata. Pada pemantulan ini, sinar pantul arahnya tidak beraturan. Sementara itu, pemantulan teratur terjadi jika cahaya mengenai permukaan yang rata, licin, dan mengilap. Permukaan yang mempunyai sifat seperti ini misalnya cermin. Pada pemantulan ini sinar pantul memiliki arah yang teratur.

Cermin merupakan salah satu benda yang memantulkan cahaya. Berdasarkan bentuk permukaannya ada cermin datar dan cermin lengkung. Cermin lengkung ada dua macam, yaitu cermin cembung dan cermin cekung.

a. Cermin Datar

(more…)

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
1 2 3 4 5 6
WP-Backgrounds Lite by InoPlugs Web Design and Juwelier Schönmann 1010 Wien