Pola Simple Present Tense dan Penggunaannya (BE 13-15)

Berikut Penggunaan Simple Present tense dalam bahasa Inggris:

1. untuk menyatakan kejadian-kejadian yang terjadi secara reguler (regular happening).

Contoh:

  • The sun rises in the east and sets in the west. (Matahari terbit di timur dan tenggelam di barat).
  • The full moon comes every 30 days. (Purnama datang tiap 30 hari).
  • The planet earth takes 365 days to rotate the sun. (Planet bumi butuh 365 hari untuk mengelilingi matahari).

2. untuk menyatakan kebiasan-kebiasaan yang dilakukan oleh subject kalimat (habitual action); Kebiasaan-kebiasaan tersebut masih berlangsung sampai sekarang dan (mungkin) akan terus berlanjut ke masa yang akan datang (future).
Contoh:

  • My son always goes to school on foot. (Putra saya selalu pergi ke sekolah dengan berjalan kaki).

3. Untuk menyatakan argumen atau teori yang sudah jelas kebenarannya.
Contoh:

  • The prices of goods always increase when the good availabilities drop in market. (Harga-harga barang selalu naik ketika ketersedianya di pasar menurun).
  • Solar radiation is required during photosynthesis. (Radiasi surya dibutuhkan selama proses fotosintesis).
  • Twenty-five devided by twenty-five is equal to one. (25 dibagi 25 sama dengan 1).

4. Untuk menyatakan/mengekspresikan keadaan atau kondisi seseorang atau sesuatu pada saat sekarang (pada saat diekspresikan). Verbs untuk mengekspresikan seseorang atau sesuatu ini terkait dengan proses/keadaan di dalam otak, terkait dengan perasaan, terkait dengan panca indera, dan terkait dengan kepemilikan. Verbs seperti ini secara kolektif disebut Stative Verbs. Verbs ini sering kita gunakan atau dengar dalam kehidupan sehari-hari.

> Terkait dengan proses/keadaan di dalam otak

  • know (tahu)
  • believe (percaya)
  • understand (mengerti/paham)
  • imagine (membayangkan)
  • think (berfikir/mengira/kira)
  • recognize (mengenali)
  • doubt (meragukan)
  • need (memerlukan/butuh)
  • prefer (lebih suka)
  • mean (berarti)
  • forget (melupakan/lupa)
  • remember (mengingat/ingat)

> Terkait dengan perasaan

  • hate (benci)
  • love (cinta)
  • like (suka)
  • want (menginginkan/ingin)

> Terkait dengan panca indera

  • hear (mendengar)
  • see (melihat)
  • smell (mencium/tercium)
  • appear (muncul)
  • sound (terdengar)
  • look (melihat/tampak)
  • seem (tampak)
  • taste (merasakan/terasa)

> Terkait dengan kepemilikan

  • have (mempunyai)
  • own (mempunyai)
  • possess (mempunyai)
  • belong (milik)

Contohnya:

  1. I think I know him. (Saya kira/rasa saya tahu dia).
  2. I understand English better now. (Saya paham bahasa Inggris dengan lebih baik sekarang).
  3. The snack tastes so delicious. (Camilan itu terasa begitu lezat).
  4. I believe you. (Saya percaya kamu).
  5. The tragic accident sometimes appears in my mind. (Kecelakaan tragis itu kadang-kadang muncul di benak saya).
  6. She has two dogs and one cat. (Dia punya dua anjing dan satu kucing)

5. Untuk menyatakan fakta yang ada sekarang. Penekanannya lebih pada adanya fakta, bukan pada proses terjadinya fakta.Verb yang sering digunakan di sini antara lain: consist of, contain, include, exist, cost, be (is, am, dan are, atau be jika mengikuti modal auxiliary).

Contoh:

  1. She weighs more than 100 kg. She is very fat. (Dia beratnya lebih dari 100 kg. Dia sangat gemuk).
  2. I want to buy these shoes. How much do they cost? (Saya mau beli sepatu ini. Berapa harganya?).
  3. Cigarettes contain a lot of nicotine and other harmful substances. (Rokok-rokok mengandung banyak nikotin dan zat-zat berbahaya lainnya).

6. Untuk membuat request (permintaan/minta tolong) dan command (perintah).
Contoh:

  • May I borrow your pen, please? (Boleh saya pinjam pulpenmu?).
  • Make teams that consist of 5 people each! (Buatlah tim yang masing-masing terdiri dari 5 orang).

Note:
Dalam simple present tense, sering digunakan adverb seperti: always (selalu), often (sering), usually (biasanya), sometimes (kadang-kadang), seldom (jarang), never (tidak pernah). Adverbs ini biasanya ditempatkan diantara subject dan verb. Tetapi jika kalimat menggunakan be, adverb ditempatkan setelah be (Lihat contoh 4). Walaupun disisipi adverb, bentuk verb tidak berubah. Artinya, jika subject-nya singular (orang ketiga tunggal), verbnya tetap singular (Lihat contoh 5). Selain adverbs, simple present tense juga sering disisipi modal auxilliary seperti can (dapat), may (boleh, mungkin), dan must (harus). (Lihat contoh 6). Dan ingat, gunakan plural verb setelah modal auxilliary. Singular verb tidak pernah digunakan setelah modal auxiliary (Lihat contoh 7).

Contoh :

  1. I usually watch Hollywood movies to maintain my English proficiency. (Saya biasanya nonton film-film Hollywood untuk mempertahankan kemampuan bahasa Inggris saya).
  2. They always arrive on time. (Mereka selalu tiba tepat waktu).
  3. My children sometimes go to Kuta Beach to practice their English. (Anak-anak saya kadang-kadang pergi ke pantai Kuta untuk melatih bahasa Ingggrisnya).
  4. He is never late. (Dia tak pernah telat).
  5. Because he seldom studies hard, he seldom gets good results. (Karena dia jarang belajar keras, dia jarang dapat nilai bagus).
  6. Can I go now? No, you can’t. You must stay here until we finish doing our homework. (Dapat saya pergi sekarang? Tidak. Kamu harus tetap di sini sampai kita selesai mengerjakan PR kita).
  7. He must go to see a doctor now. (Dia harus pergi ke dokter sekarang).

Rumus simple present tense

Subject + Verb1 + Object + Modifier

Jika subject diikuti oleh adjective atau noun, gunakan be: is/am/are. Is digunakan jika subject-nya singular yaitu he, she, it dan noun yang dapat digantikan dengan subject pronoun he, she atau it; Am jika subject-nya I; Sedangkan, are jika subject-nya you, they, atau we. Subject pronoun I, you, they, we, dan noun yang dapat digantikan dengan I, you, they atau we disebut plural subject.

Contoh:

  1. Farmers in Magelang grow rice crops twice a year. (Petani-petani di Magelang bercocok tanam padi dua kali setahun).
  2. Transpiration starts to increase at 9 a.m. (Transpirasi mulai meningkat jam 9 pagi).

Note:
Pada contoh 1 digunakan plural verb karena subject-nya plural, sedangkan pada contoh yang ketiga digunakan singular verb [verb1 + (s atau es)] karena didahului oleh singular subject. Hampir semua singular verb dibentuk dengan menambahkan huruf s diakhir verb1 (Verb1 + s ). Namun, mengingat jumlah verb sangat banyak, maka yang perlu dipahami/dihafal sekarang adalah kapan kita harus menambahkan es. Ketentuannya adalah jika verb1 berakhiran dengan huruf “o, x, ch, y, th, s, dan sh” maka Verb1 + es.

Contoh:

Verb1

Verb1 + es

Arti

go

do

box

watch

pinch

punch

study

cry

fly

try

press

pass

smash

brush

bath

sooth

wash

goes

does

boxes

watches

pinches

punches

studies

cries

flies

tries

presses

passes

smashes

brushes

bathes

soothes

washes

pergi

melakukan/mengerjakan

bertinju

menonton

mencubit

memukul

belajar

menangis

terbang

mencoba

menekan, tindis

lulus, meloloskan

memukul

menyikat

mandi

menenangkan

mencuci

  • Huruf ‘y’ yang didahului oleh konsonan berubah menjadi ‘i’ (Lihat: studies, tries, cries).
  • Verb have (mempunyai) berubah secara tidak beraturan menjadi has.

Kontributor: Ika Nurjanah (Berperan C05 K02 D01)

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Materi Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

WP-Backgrounds Lite by InoPlugs Web Design and Juwelier Schönmann 1010 Wien